Jember, 20 Juli
2012
Sebuah pagi yang saya
lalui dengan secangkir kopi. Ah__bukankah itu nikmat ??? hehehe. Damai dapat
juga berarti sebuah keadaan tenang, seperti yang umum di tempat-tempat yang
terpencil, mengijinkan untuk tidur atau meditasi (Sumber : Wikipedia). Mendapatkan
sebuah kedamaiaan itu sulit bagi saya jika berada dalam sebuah lingkup
keramaian. Selayaknya manusia biasa, saya juga ingin merasakan sebuah kedamaian
dalam jiwa saat kita membutuhkannya. Seperti paparan arti kata damai di atas,
damai dapat kita temukan di daerah terpencil yang jauh dari hiruk-pikuk sebuah
keramaian. Yah___bagi saya yang sulit menyesuaikan tempat dengan kebetahan diri
saya sendiri jika berada di tempat asing, tentu sulit menemukan sebuah tempat
yang pas. Sempat sejenak saya mencoba sebuah realita kedamaian di pantai, tapi
tidak dapat saya temukan. Sempat saya mencarinya di sebuah persawahan di dekat
rumah tetap saja hasilnya nihil. Pernah juga saya mencarinya di
sebuah pekarangan kecil di kampong halaman saya di Kediri, masih saja sama. Hingga
akhirnya, sebuah Organisasi Pecinta Alam yang juga bagi saya adalah Keluarga dari SMA Negeri 3 Jember,
PASSIGA, memperkenalkan saya dengan sebuah Pendakian. Mendengarkan semua cerita
dari alumni-alumni tentang perjalanan memburu kesunyian, tentang perjalanan
untuk mengagumi sebuah kekuasaan-Nya dari sudut lain, mtentang perjalanan
dengan sebuah tawa, canda, dan melelahkan itu cukup menggiurkan hati kecil
saya.