Friday, 27 July 2012

Semoga Saya Tidak Menjadi Pelupa


Jember, 27 Juli 2012

Malam yang cukup nikmat, bagaimana tidak nikmat jika sambil dinikmati dengan segelas kopi ??? hehehe. Sayangnya saya juga sedang ada lembur PR , seperti layaknya pelajar lainnya. Yah, 3 bab mata pelajaran harus saya selesaikan rangkumannya malam ini juga atau paling lambat besok sebelum pelajaran geografi di mulai. Padahal mata rasanya sudah kering, tapi bagaimana lagi ?? hehe.

Sekarang saya sedang beristirahat sejenak setelah kebut ngerjakan satu bab merangkum yang padahal sudah matia-matian saya memperkecil kemungkinan penulisannya panjang. Tapi dengan segelas kopi saya harus bertahan dari kekeringan mata yang melanda, seolah meminta untuk di pejamkan dan tidur. Zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz.

Saturday, 21 July 2012

Giveaway Azzet : Sejarah Saya Menulis dan Nge-Blog


Jember, 22 Juli 2012

Sempat seorang teman bertanya pada saya, “Enake nge-blogg iku opo ??” (Enaknya nge-blogg itu apa ??) tidak saya jawab karena saya kebingungan mau memberi jawaban yang mana. Jadi, saya hanya memberikan senyuman kepadanya. Terlalu banyak jawaban untuk pertanyaan itu, hehe. Awrtalnya saya tidak tertarik dengan menulis dan hanya ingin belajar dalam bidang seni, namun kenapa sekarang saya menyuai dunia tulis-menulis ???? begini ceritanya …..

Cring, Cring, Cring ………….

Thursday, 19 July 2012

Tempat Penyaji Damai


Jember, 20 Juli 2012

Sebuah pagi yang saya lalui dengan secangkir kopi. Ah__bukankah itu nikmat ??? hehehe. Damai dapat juga berarti sebuah keadaan tenang, seperti yang umum di tempat-tempat yang terpencil, mengijinkan untuk tidur atau meditasi (Sumber : Wikipedia). Mendapatkan sebuah kedamaiaan itu sulit bagi saya jika berada dalam sebuah lingkup keramaian. Selayaknya manusia biasa, saya juga ingin merasakan sebuah kedamaian dalam jiwa saat kita membutuhkannya. Seperti paparan arti kata damai di atas, damai dapat kita temukan di daerah terpencil yang jauh dari hiruk-pikuk sebuah keramaian. Yah___bagi saya yang sulit menyesuaikan tempat dengan kebetahan diri saya sendiri jika berada di tempat asing, tentu sulit menemukan sebuah tempat yang pas. Sempat sejenak saya mencoba sebuah realita kedamaian di pantai, tapi tidak dapat saya temukan. Sempat saya mencarinya di sebuah persawahan di dekat rumah tetap  saja hasilnya nihil. Pernah juga saya mencarinya di sebuah pekarangan kecil di kampong halaman saya di Kediri, masih saja sama. Hingga akhirnya, sebuah Organisasi Pecinta Alam yang juga bagi saya adalah Keluarga dari SMA Negeri 3 Jember, PASSIGA, memperkenalkan saya dengan sebuah Pendakian. Mendengarkan semua cerita dari alumni-alumni tentang perjalanan memburu kesunyian, tentang perjalanan untuk mengagumi sebuah kekuasaan-Nya dari sudut lain, mtentang perjalanan dengan sebuah tawa, canda, dan melelahkan itu cukup menggiurkan hati kecil saya.

GeJe Sebelum Ramadhan


Jember, 19 Juli 2012

Saya masih mengingat betapa telaten hujan kemarin membasahi daerah rumah saya hingga ke pusat kabupaten kecil ini. Kemaarin hujan mulai membasahi bangsalsari sebelum Adzan Shubuh berkumandang, dan itu derasnya bisa saya beri dua jempol. Semakin lama waktu berjalan, hujan mulai menjadi rintik-rintik kecil. Melihat keadaan diluar saya sempat tidak percaya saat itu sudah pukul 05.55 WIB, karena bisa di bilang masih gelap dan pastinya keadaan seperti itu membuat setiap orang lebih memilih menarik kembali selimut mereka  dari pada harus beraktifitas. Hujan berlangsung cukup lama, di sekolah sayapun selama jam sekolah hujan masih mencoba mengguyurnya hingga membuat pekerjaan saya dan kawan-kawan di sekolah hanya ngerumpi, ngopi, dan guyon. Hujan berlangsung sampai saya pulang dan di Bangsalsari masih saja saya merasakan tetesan-tetesan air itu menyerbu saya ketika turun dari Angdes.Ah___padahal saya baru sembuh dari sakit saya yang berhasil membuat saya lemah selama beberapa hari. Hal yang cukup mengherankan bagi saya. Bisa-bisanya hujan turun selama itu di saat musim kemarau. Mungkin saja ia mau ikut menyemarakkan dan menyambut Bulan Ramadhan.